Melalui lagu kita sebenarnya berinteraksi dengan diri
sendiri dan orang lain. Saat sedih atau gembira kita menyanyi, saat kita
berkumpul kita juga bernyanyi.Dalam hubungan dengan Tuhan pun, kita berelasi dengan Tuhan
melalui lagu. Dan salah satu relasi itu adalah melalui puji-pujian, ungkapan
syukur dan penyembahan.
Setiap orang Kristen punya kesukaan/kecocokan dengan
jenis-jenis lagu/melodi tertentu. Tidak semua melodi cocok dengan kekristenan
tapi kekristenan terbuka terhadap banyak melodi/jenis lagu. Contohnya lagu Kristen bisa dinyanyikan secara klasik atau
pop, bisa jazz atau keroncong. Tapi lagu Kristen tentang “kedamaian dalam
Kristus” tentu tidak cocok dinyanyikan dengan melodi R&B apalagi rock &
roll.
Jadi secara melodi perlu disesuaikan antara melodi dengan
pesan Kristen yang hendak disampaikan.
Selain melodi/nada yang perlu diperhatikan adalah apakah
lirik/kata-kata dalam lagu sesuai dengan Firman Tuhan atau tidak? Oleh karena lagu
atau pujian Kristen bukan karena nadanya tapi terutama karena liriknya.
Nada yang enak (buat kita) cenderung membuat kita untuk
dengan mudah mengingat dan menerima pesan/kata-kata dalam lagu itu. Itulah
sebabnya penting kita memperhatikan lirik/kata-kata dalam lagu agar jangan
sampai pikiran dan hati kita tercemar oleh lirik/kata yang salah.
Beberapa peranan/fungsi puji-pujian Kristen:
● Allah dimuliakan, dipuji dan disembah dinyatakan melalui
pujian. (mis.Yes 6:3; Luk 2:13-14; Why 15:2-4)
● Dalam Alkitab banyak diceritakan tentang kuasa Allah yang
mengalir melalui pujian. Saat menghadapi tantangan atau kesulitan atau kuasa
jahat, pujian Kristen merupakan saluran kuasa Allah.
Saat mengalahkan Yeriko umat Israel menyanyi memuji Tuhan, saat Daud memainkan kecapinya dan memuji Tuhan maka roh jahat mundur dari Saul, Yesus menyanyikan pujian pada masa “gelap” menghadapi kengerian penangkapan dan penyaliban (Mar 14:26)
Saat mengalahkan Yeriko umat Israel menyanyi memuji Tuhan, saat Daud memainkan kecapinya dan memuji Tuhan maka roh jahat mundur dari Saul, Yesus menyanyikan pujian pada masa “gelap” menghadapi kengerian penangkapan dan penyaliban (Mar 14:26)
● Nyanyian Kristen juga memiliki kuasa untuk saling
menasihati dan menguatkan (Ef 5:19).
● Nyanyian Kristen juga menjadi sarana kesaksian tentang
Allah bagi bangsa-bangsa (Mzm 57:7-11).
Pada akhirnya, intinya bukanlah pujian yang bagus atau indah
tapi sang pemuji/orang Kristen yang menyanyi menghayati nada dan kata-kata
dalam pujian sehingga menjadi pemuji yang benar dihadapan Tuhan (bdg.Yoh 4:23).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar